Koni Trenggalek, Empat Atlet Kickboxing asal Trenggalek berhasil meraih empat medali di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jatim yang bertajuk Surabaya Rising Champion 9-11 Oktober di Hi-Tech Mall/THR Mall Surabaya.

Empat medali tersebut terdiri dari satu emas, dua perak dan satu perunggu.

Ketua Pengurus Kabupaten Kickboxing Indonesia (Pengkab KBI) Trenggalek, Rokimi mengatakan, empat medali yang diraih anak asuhnya sebenarnya tidak sesuai dengan target yang diembankan.

“Sebenarnya kami menargetkan dua hingga tiga medali emas pada Porprov kali ini, tapi sayang belum bisa terealisasi. Tentu ini akan menjadi bahan evaluasi untuk kedepannya agar bisa lebih baik,” ucapnya.

Ia menjelaskan, empat atlet peraih medali tersebut semuanya berasal dari Kecamatan Watulimo dan masih tergolong junior yang rata-rata masih duduk di kelas satu SMA. Sehingga masih prospek panjang kedepannya.

“Kami bersama jajaran pengurus dan pelatih berjanji untuk lebih memaksimalkan prestasi untuk kejuaraan berikutnya. Apalagi nanti saat tampil di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov),” ujarnya.

Ia mengakui jika persaingan cabang olahraga (Cabor) di Jatim cukup ketat dan peta kekuatannya cukup merata. Ini akan menjadi tantangan tersendiri untuk bisa mengibarkan nama Trenggalek, baik di level regional ataupun nasional.

Capaian dari Kejurprov akan dijadikan pijakan untuk lebih meningkatkan kualitas atlet termasuk kedisiplinannya. “Secara umum anak-anak kemarin sudah tampil bagus. Tapi ada beberapa catatan yang sudah dikantongi tim pelatih sebagai bahan evaluasi. Salah satunya adalah teknik tangkapan kaki yang tidak diperkenankan dalam Kickboxing,” tandasnya.

Dari kesalahan dan ketidakpahaman tangkap kaki tersebut, ia akan berbenah dan menekankan pada atlet jika hal tersebut tidak boleh dilakukan di Cabor Kickboxing.

“Pada salah pertandingan tersebut anak asuhnya yang sudah menang mutlak mendapat pengurangan nilai karena melakukan tangkapan kaki sehingga mendapat pengurangan nilai. Kita sudah menang mutlak Lo!,” Tegasnya.

Secara kualitas dan persiapan, lanjutnya, sebenarnya sudah bagus dan bisa bersaing dengan daerah lain, oleh karena itu target dari jajaran manajemen dua hingga tiga medali emas.

“Sekali lagi ini bukan persoalan kalah kualitas tapi murni soal disiplin aturan, di mana atlet lupa saat bertanding melakukan tangkapan kaki,” tuturnya.

Untuk memaksimalkan prestasi atau performa anak asuhnya, ia akan melakukan sparing atau eksebisi di Blitar, lalu kita akan mengadakan latih tanding di Watulimo.

Ketika disinggung soal target Kickboxing di Porprov, ia belum bisa memastikan, karena kepengurusan baru terbentuk satu tahun. Pada Juni ikut Kejurprov piala walikota Surabaya dan mendapatkan dua emas dan dua perak.

“Kita belum pernah ikut Porprov. Untuk targetnya medali baru bisa dilihat dari hasil Kejurprov pada awal tahun depan. Nah dari hasil itu kita sudah bisa mengestimasi,” paparnya.

Berikut nama atlet Kickboxing Trenggalek yang tampil pada Surabaya Rising Champion :

1.Mimbar Trio Hariadi Kategori: umum tatanikick lihh 57 untuk U-19 (perunggu).

2.Aditya Elga Prihatana
Kategori: umum tatami kick ligh 57 untuk U-18 (emas).

3.Ardan Oktaviano Jovanovic
Kategori: umum tatami kick ligh 63, untuk U-16 (perak).

4.Millo Gerryta Giovani
Kategori: umum tatami kick ligh 57 untuk U-16 (perak)

Comments (0)

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *