Trenggalek, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Trenggalek, Doding Rahmadi menghadiri pembukaan event Trenggalek Street Combat di Gelanggang Olahraga (GOR) Gajah Putih Trenggalek, Minggu 16 Agustus 2026.
Doding sapaan dia memberikan dukungan sekaligus apresiasi atas terselenggarakannya even tersebut. Tak terkecuali untuk memajukan olahraga di Trenggalek.
“Kita berharap sekaligus mensupport agar event Trenggalek Street Combat bisa digelar setiap bulan. Ini sangat bagus untuk perkembangan atlet-atlet Trenggalek, khususnya MMA,” katanya.
Doding menjelaskan, untuk atlet-atlet yang bertanding tersebut merupakan bagian dari cabang olahraga (Cabor) kick boxing, Muangthay dan lainnya. “Artinya, jika memang bagus di kick boxing ya di kick boxing, termasuk kalau bagus di Muangthay ya di Muangthay. Tapi endingnya tetap di MMA,” ujarnya.
Orang nomor satu di DPRD Kabupaten Trenggalek itu menyampaikan, pada bulan September mendatang 8 hingga 14 atlet MMA Trenggalek akan tampil di Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur.
“Kita berharap bisa mendapat medali emas sebanyak-banyaknya. Syukur-syukur kalau dapat emans semua,” ungkapnya.
Ia berharap kedepannya lebih ditingkatkan untuk pelatihan wasit dan pelatih, karena progresnya cukup baik dengan bermunculannya klub-klub ditingkat kecamatan dan desa.
“Kan di Trenggalek itu banyak bibit atlet-atlet yang bagus, sehingga perlu adanya tindaklanjut agar bisa menambah pundi-pundi medali di setiap event. Apakah itu di tingkat regional, nasional, atau Internasional,” tandasnya.
Ia menyinggung terkait progres Cabor MMA yang trennya terus membaik bisa dijadikan pijakan untuk mempersembahkan medali emas di Pekan Olahraga (Porprov) 2027. “Paling tidak bisa mempersembahkan tiga emas untuk Trenggalek pada Porprov tahun depan,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Trenggalek Street Combat, M. Miftha mengatakan, Trenggalek Sreeet Combat itu merupakan sebuah ajang untuk sparing dan menjaring atlet-atlet dari jalanan yang suka tawuran ditarungkan di arena ini agar lebih terkoordinasi.

“Ya kita coba meminimalisir tawuran di jalanan,” tegasnya.
Ia menuturkan, para peserta yang ikut di event ini mulai dari tingkat SMP hingga SMA. Jumlah peserta putra sebanyak 18 atlet, sedangkan putri 6 atlet.
“Jenis yang dipertandingkan itu ada boxing, MMA, dan Muangthay. Kita hanya butuh waktu satu hari saja,” tutupnya (ags/humas KONI)


