Koni Trenggalek, Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABERSI) Trenggalek menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan edukasi terkait Cabang Olahraga angkat berat di Gedung Lantai dua Dinas Pendidika setempat, Sabtu 30 Mei 2026.
Sosialisasi dan edukasi tersebut dilakukan untuk guru dan gym se-Kabupaten Trenggalek. Salah satu tujuannya adalah untuk menjaring dan mencari talenta-talenta berbakat. Tak terkecuali sebagai bentuk pengenalan Cabor angkat berat secara menyeluruh.
Ketua Komite Olaraga Nasional Indonesia (KONI) Trenggalek, Doding Rahmadi cukup mengapresiasi langkah yang diambil oleh PABERSI. Karena dianggap bisa menjadi daya ungkit dalam mendongkrak prestasi, sekaligus mengenalkan kepada masyarakat secara menyeluruh.
“Saya sangat senang dengan kegiatan ini. Tak hanya dihadiri oleh guru olahraga dan pengelola gym, tapi juga dihadiri oleh Ketua PABERSI Jatim,” ucapnya.
Doding menyebut, langkah ini semakin mempertegas jika Cabor angkat berat di Trenggalek cukup serius dalam menggali potensi-potensi atlet yang ada di Trenggalek. Termasuk sebagai wujud kepedulia akan prestasi kedepannya.
“Ini artinya, Cabor angkat berat juga serius dalam rangka menyumbang medali pada Pekan Olahraga Provinsi 2027. Tahun 2025 kita gagal meraih medali. Mudah-mudahan di Porprov mendatang bisa mendulang medali,” tuturnya.
Orang nomor satu DPRD Kabupaten Trenggalek berharap kepada jajaran pengurus PABERSI untuk fokus dan memepersiapkan atletnya untuk Porprov 2027 tahun depan.
Ia juga punya keinginan agar Cabor-cabor lain bisa melakukan hal yang sama seperti PABERSI, sehingga bisa lebih fokus dan serius dalam melakukan penjaringan atlet.
“Paling tidak bisa menyumbang medali. Syukur-syukur bisa medali emas,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PABERSI Trenggalek, Kusnianto optimis anak asuhnya bisa berbuat yang terbaik pada event dua tahunan tersebut. Selain itu, PABERSI juga punya program jangka panjang untuk menjaring atlet-atlet berbakat di Trenggalek.
“Kegiatan sosialisasi dan edukasi merupakan salah satu langkah untuk menjaring atlet. Sekaligus pembinaan dimulai dari tingkat sekolah,” tutupnya.


